Subsidi Rp 6,5 Juta Motor Listrik, Luhut: Supaya Tidak Beli Bensin Lagi

 

Motor listrik NIU hadir di IMOS 2022
Motor listrik NIU hadir di IMOS 2022.
  • Pemerintah Indonesia akan memberikan subsidi Rp6,5 juta untuk motor listrik.
  • Subsidi juga akan diberikan untuk mobil listrik.
  • Pemerintah akan memperbolehkan konversi kendaraan dengan BBM ke listrik.

Pemerintah terus melancarkan strategi untuk menerapkan program percepatan pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau Baterai Electric Vehicle. Terbaru, siap-siap akan ada subsidi jutaan rupiah untuk pembelian kendaraan bermotor bertenaga listrik.

Ya, rencana ini dibocorkan langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat mengisi acara Wealth Wisdom Mindfully Recover yang digelar Permata Bank beberapa waktu lalu. 

Baca juga: Pemerintah Indonesia Siapkan Skema Baru Subsidi Pembelian Mobil Listrik, Biar Harganya Makin Murah

 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat mengisi acara Wealth Wisdom Mindfully Recover yang digelar Permata Bank
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, saat mengisi acara Wealth Wisdom Mindfully Recover yang digelar Permata Bank

“Misalnya sepeda motor, kita lagi finalisasi berapa juta kita mau kasih subsidi sepeda motor (listrik). Mungkin Rp 6 juta, di Thailand mungkin Rp 7 jutaan, kita mungkin Rp 6,5 juta atau berapa, kira-kira berkisar segitu. Mobil, berapa juta kita mau kasih,” kata Luhut saat itu. 

Kendati tidak disebutkan secara detail soal bagaimana syarat subsidi yang diterapkan, namun dengan adanya insentif dari pemerintah tentunya ini menjadi daya tarik masyarakat untuk membeli kendaraan listrik, dan mewujudkan rencana Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE). 

Baca juga: Pemerintah Filipina Tetapkan Mobil Listrik Bebas Pajak, Duh Indonesia Kapan Ya?

“Biar tidak beli bensin lagi. Jadi kita hitung-hitung tetap akan untung pakai sepeda motor listrik daripada sepeda motor fosil. Begitu juga mobil,” ucap Luhut. 

Konversi Mesin Bensin ke Motor Listrik

Selain menyiapkan skema subsidi untuk pembelian mobil atau motor listrik baru, pemerintah juga menggodok aturan perihal konversi kendaraan bahan bakar minyak  (BBM) menjadi baterai listrik.

Honda Supra lawas diubah jadi motor listrik, tanpa mesin dan knalpot.
Honda Supra lawas diubah jadi motor listrik, tanpa mesin dan knalpot.

“Sekarang kita mau convert atau tukar engine sepeda motor (BBM) dengan sepeda motor listrik, dan itu bisa dilakukan. Sekarang kita lagi persiapkan motornya, lagi dibuat,” ucapnya. 

Kata Luhut, semua dilakukan untuk memberikan Indonesia lebih ramah lingkungan. Dengan kendaraan listrik, Luhut menegaskan kualitas udara seperti di Jakarta akan membaik.

Motor listrik Honda Supra karya ITPLN, tanpa knalpot dan blok mesin.
Motor listrik Honda Supra karya ITPLN, tanpa knalpot dan blok mesin.

Baca juga: Asyik! Pemerintah Bakal Subsidi Motor Listrik Hingga Rp 6,5 Juta Tahun Depan

“Karena tidak ada lagi asap-asap dari transportasi, sepeda motor, mobil, dan itu pasti berkurang, buat kita akan lebih sehat. Kalau Anda punya asma Anda akan lebih sehat,” tegas Luhut.

“Jadi gunakan itu (kendaraan listrik), belilah nanti mobil EV (Electric Vehicle). Kalau sepeda motor nanti tahun depan ganti dengan motor listrik, ganti saja nanti akan dapat subsidi,” tutup Luhut. 

Seperti diketahui, jika Indonesia baru akan memberikan subsidi perihal kendaraan listrik pada tahun 2023 mendatang, di sisi lain negara tetangga seperti Thailand sudah lebih dahulu melakukannya. 

Ya, pemerintah negeri Gajah Putih disebut memberikan subsidi untuk kendaraan listrik sekitar 18.000-150.000 baht atau setara dengan Rp 7,9 juta-Rp 66,3 juta. 

Selain Thailand, baru-baru ini Filipina juga tengah mengetuk palu untuk pemberian tarif bea masuk kendaraan listrik 0 persen untuk impor kendaraan listrik.

Baik Thailand maupun Filipina, kebijakan ini didukung pemerintah untuk menciptakan lingkungan lebih hijau.

Source: Subsidi Rp 6,5 Juta Motor Listrik, Luhut: Supaya Tidak Beli Bensin Lagi