Pakai Basis yang Sama, Ini 3 Kelemahan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross pre Facelift Curhatan Para Pengguna

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross menjadi produk yang cukup laris diterima masyarakat. Produk andalan Mitsubishi di Indonesia bisa dibilang cukup banyak peminatnya. Lantas, adakah kelemahan yang perlu kita ketahui dari mobil ini?

Mobil ini merupakan versi produksi dari XM Concept yang mulai dipasarkan sejak 2017. Xpander hadir terlebih dulu, dan sukses menjadi alternatif utama dari Toyota Avanza karena desainnya yang maskulin ala SUV. 

Bicara soal kelebihan dari Xpander maupun Xpander Cross ini cukup banyak. Mulai dari desain yang maskulin atau suspensi yang cukup nyaman. Nah, kalian yang berencana membeli Xpander atau Xpander Cross bekas perlu tahu beberapa kelemahan yang ada di mobil ini supaya tidak kecewa di kemudian hari saat sudah memilikinya.

Baca juga:

Selisih Rp3,9 Juta, Ini Bedanya Mitsubishi Xpander Ultimate dan Sport

Insentif PPnBM 100% Segera Berakhir, Mitsubishi Kasih Tambahan Diskon Xpander dan Xpander Cross

Ada Relaksasi PPnBM dan Diskon Diler, Bikin Pengen Beli Mitsubishi Xpander 2021 dan Mitsubishi Xpander Cross 2021

Apa saja kelemahan yang perlu kita waspadai sebelum membeli Xpander atau Xpander Cross bekas? Berikut ini uraiannya.

1. Performa Mesin Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross Tidak Istimewa

 

Hal yang jadi kelemahan mendasar dari Xpander series ada di sisi performa. Dalam hal performa mesin, kemampuannya cenderung biasa saja. Bila melihat data di atas kertas, jantung mekanis tersebut cuma bisa mengeluarkan torsi 141 Nm pada 4.000 rpm dan tenaga 103,2 hp pada 6.000 rpm.

Performa mesin ini menurut para pengguna tidak istimewa bila ingin berkendara agresif. Karakter mobil ini lebih ideal untuk berkendara santai atau cruising di jalan tol karena tarikan mesinnya yang kalem.

“Enaknya dibawa santai, kalau kenceng kurang ya. Soal gejala limbung enggak ada sih,” sebut Refa, salah seorang pengguna Xpander Cross.

Di atas kertas, bila dibanding dengan Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, dan Daihatsu Xenia, performa mesin Xpander sedikit lebih unggul.  Namun rancangan gigi rasio membuat Xpander tarikannya kalah responsif sehingga muncul kesan boyo, lemot, dan semacamnya. 

Sebagai informasi, Mitsubishi Xpander pre facelift masih mengandalkan otomatis 4-percepatan. Kemampuannya kalah dengan transmisi CVT yang lebih nyaman saat diajak berakselerasi.  

Perbandingannya dengan Avanza rasio giginya lebih besar, maka Xpander perbandingan giginya lebih kecil sehingga tarikannya halus. Hasilnya, tarikan awal Avanza lebih kenceng tapi tenaga di putaran atasnya menang Xpander. 

2. Body Besar Kadang Bikin Susah Parkir dan Belok

Hal yang satu ini bagi sebagian pengguna jadi kelemahan yang agak menjengkelkan. Sebenarnya, ini hanyalah masalah adaptasi dan pembiasaan soal dimensi Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross yang lebih besar dari mobil sejenis.

Karena dimensi yang cukup bongsor, tak jarang mobil ini agak sulit bermanuver. Terlebih, bila akan parkir di lokasi yang sempit seperti di basement maka perlu akurasi feeling yang baik agar tidak menyenggol mobil lain. Terlebih, masalah ini bakal kian dirasakan oleh pengguna Xpander Cross yang dimensinya lebih besar dari Xpander biasa. 

“Mobilnya kegedean, susah parkir,” sebut Refa selaku pengguna Xpander Cross. 

Material dan Fitur di Interior Mitsubishi Xpander Kalah Mewah 

Kekurangan Mitsubishi Xpander pre facelift bila dibandingkan MPV sejenis tampak dari penggunaan fitur kabin yang terbilang biasa saja. Tak bisa dipungkiri teknologi fitur di interior Mitsubishi Xpander masih terkesan ketinggalan. Misalnya dari sisi AC masih pakai model putar, belum digital.

Padahal, kompetitor seperti Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, dan Daihatsu Xenia telah pakai AC dengan panel digital. Tentu fitur seperti ini membuat kabin tersa lebih mewah dan modern. 

Selanjutnya, Xpander pre facelift juga belum memiliki jok dengan balutan kulit. Adanya jok kulit genuine tentu mempermudah kamu ketika membersihkan kendaraan dari kotoran. 

Cukup dengan lap agak basah, maka semua beres. Bahkan tumpahan minuman dan makanan sekalipun, bisa hilang dengan mudah. Ini mungkin bisa diatasi dengan memasang aksesoris kulit jok aftermarket.

Hanya saja dari segi budget akan menambah biaya, dan juga bahan aftermarket kadang tak senyaman bahan kulit genuine yang digarap pabrikan mobil.

Kesimpulan

Beberapa kelemahan mendasar yang ada di Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross sebenarnya bukan jadi deal breaker yang bisa membuat orang berpaling saat mencari unit bekasnya. Kelemahan terutama dari sisi performa dan dimensi kendaraan mungkin agak mengganggu pada awal pemakaiannya. 

Namun seiring pemakaian, maka kita juga beradaptasi sehingga feeling berkendara kita bisa mengatasi kendala yang muncul tersebut. Terlebih, Xpander atau Xpander Cross memang bukan dirancang mengutamakan fun to drive, melainkan kenyamanan.  

Source: Pakai Basis yang Sama, Ini 3 Kelemahan Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross pre Facelift Curhatan Para Pengguna